Klenteng Sam Poo Kong

Klenteng Sam Poo Kong
Foto: Google Maps / Braap Life Adventure

Destinasi.co – Klenteng Sam Poo Kong adalah tempat monumental dengan keelokan bangunan berseni kerajaan China. Luasnya kurang lebih 3,5 hektar. Klenteng itu mempunyai riwayat perubahan Islam yang ditebarkan Laksamana Zheng He.

Di antara tahun 1405 sampai 1433, Laksamana Zheng He (Ceng Ho) lakukan ekspedisi di Nusantara. Dia seorang pelaut dan pelacak Tiongkok yang tercipta bernama Ma San Bao. Itu fakta tempat petilasannya memakai nama Sam Poo Kong.

Wisata Klenteng Sam Poo Kong

Ada empat klenteng di Sam Poo Kong. Salah satunya Klenteng Dewa Bumi, Klenteng Juru Mudi, Klenteng Sam Poo Tay Djien, dan Klenteng Kyai Jangkar. Selain itu, berikut beberapa bagian memikat dari Sam Poo Kong:

1. Uniknya Arsitektur Klenteng Sam Poo Kong

Kelenteng Sam Poo Kong mempunyai percampuran corak China dan Jawa. Bangunannya serupa rumah Joglo yang tidak memakai penyekat dinding. Design atap limasan pijakk turun ciri khas rumah Jawa dengan penunjang konstruksi balok tiada kuda-kuda. Bagian-bagian klenteng mempunyai pahatan batu seperti candi-candi Jawa.

Elemen China nampak dari nuansa merah yang punyai makna peruntungan. Ada ornament relief naga, burung hong, dan kura-kura pada tiang susunan dan di alas patung. Ujung atap meruncing naik sama watak orang China yang terus semangat.

Menariknya, kelenteng ini punyai elemen Islam. Zeng He sendiri dipercayai beragama Islam. Ini nampak pada pengaturan altar gua batu hingga umat yang melaksanakan ibadah menghadap barat laut. Dalam keyakinan Muslim, barat laut bermakna menghadap ke Mekkah. Corak Islam nampak di bagian langit-langit warna hijau dan kehadiran beduk.

2. Tempat Pemujaan Dewa Bumi

Dewa Bumi adalah dewa rejeki dan karunia. Kelahiran Dewa Bumi dirayakan tiap tanggal 2, bulan 2 kalender Tionghoa. Sesaat tiap tanggal 15 bulan 8 kalendar Tionghoa dirayakan selaku hari perkataan terima kasih untuk Dewa Bumi. Umat akan memberi kue rembulan selaku perkataan sukur rejeki selama setahun tempo hari.

3. Makam Kyai Juru Mudi

Ada di belakang meja altar, nisan pusara Wang Jing Hong terukir tulisan Pusara Kjai Djoeroemoedi. Tinggi pusara 1,5 mtr. dan dikitari kelambu.

Wang Jing Hong ialah nahkoda (juru mudi) Laksamana Zeng He. Kehadirannya sebab sakit jadi asal mula Klenteng Sam Poo Kong. Dia harus istirahat di Semarang untuk mendapatkan penyembuhan. Sesudah pulih, dia pilih masih tinggal di Semarang sampai meninggal.

Wang Jing Hong wafat pada umur 87 tahun dan disemayamkan dari sisi gua Sam Poo Kong. Pusara itu dikenali dengan panggilan Pusara Kyai Juru Mudi. Pusara ini diziarahi terutamanya tiap malam Selasa Kliwon dan malam Jumat Kliwon.

4. Tempat Pemujaan Sam Poo Kong / Sam Poo Tay Djien

Berikut tempat khusus untuk umat sembahyang pada Sam Poo Kong. Dinding luarnya dihias relief perjalanan Laksamana Zheng He sepanjang 30 tahun di era ke-15. Batu-batuan yang dipakai untuk relief ini berawal dari Tiongkok. Sesaat ukir-pahatannya ditangani seniman Bali.

Ada dua patung kecil lambang kehadiran Zheng He ke Semarang. Patung pertama wajahnya hitam dari cendana, menyimbolkan kehadiran pertama Zheng He tahun 1406. Patung ke-2 wajahnya merah dari porselen, menyimbolkan kehadiran ke-2 Zheng He tahun 1416.

Saat itu ada satu patung besar Sam Poo Kong di tengah dari emas dan perunggu. Patung besar ini sekedar hanya lambang. Yang mempunyai arti khusus malah dua patung yang memiliki ukuran kecil.

5. Gua Gedung Batu

Posisi khusus klenteng ini ada di Gua Batu. Gua Gedung Batu ada di ruangan bawah klenteng. Dipercayai jadi tempat petilasan/ruangan sembahyang Laksamana Zheng He.

Gua tidak dapat dijangkau beberapa orang. Ada pemisah berbentuk jeruji besi. Yang nampak di luar cuman patung Zeng He di tengah-tengah ruangnya.

Dalam Gedung Batu ada sumur berisi mata air yang dipandang suci. Air ini jangan dipakai untuk sumpah, perpisahan atau air minum. Pengunjung dibolehkan ambil air dari sumur dengan orang kepercayaansi.

6. Patung Zheng Ho di Klenteng Sam Poo Kong

Patung ini mempunyai tinggi 10,7 mtr.. Patung perunggu ini semakin tinggi dibandingkan patung sama di Malaysia.

Kehadiran Zeng He membuat klenteng didatangi peziarah dari pengikut Tridharma atau penganut Islam. Sebab dia ikut menebarkan Islam sepanjang ekspedisinya di nusantara.

7. Makam Kyai Djangkar

Di gedung ini ada tiga tempat penyembahan. Disamping paling kiri ada Pusara Kyai Djangkar. Dipercayai, disini letak jangkar sekoci jatuh saat armada Zheng He pertama tiba ke Jawa.

Di tengah-tengah, ada tempat penyembahan untuk pendiri agama Kong Hu Cu. Tempatnya ambil jatah terbesar.

Selanjutnya paling kanan Rumah Roh Hoo Ping (roh yang tidak dirawat keluarganya, terhitung awak kapal Zeng He). Roh Hoo Ping diperingati 3x dalam satu tahun: satu hari saat sebelum Imlek, waktu Ceng Beng dan waktu upacara Ulambama.

8. Tempat Kyai Nyai Tumpeng

Kyai Nyai Tumpeng ialah juru masak Zheng He. Dahulunya ini tanah biasa. Sampai ada seorang temperatur tiba untuk sembahyang dan kerasukan. Dia menyebut-nyebut “Tumpeng! Tumpeng!”. Karena itu yayasan membikinkan tempat ini selaku penghormatan pada Han Li Bao, si juru masak.

9. Tempat Nyai Cundrik Bumi

Dahulunya, tempat ini area untuk menyimpan dan perawatan pusaka. Di sini adalah tempat gua lama ada saat sebelum dipindah sebab longsor. Saat ini cuman jadi simbolisasi saja dan tidak lagi ada pusaka dalam tempat ini.

10. Pohon Rantai

Di dekat tempat penyembahan Kyai Jangkar ada pohon unik. Wujud dahannya seperti rantai atau tambang kapal. Orang dahulu yakin tangkai itu tercipta dari rantai kapal Zeng He yang dilempar ke tanah.

11. Festival di Klenteng Sam Poo Kong

Sam Poo Kong teratur melangsungkan festival Zeng He. Festival ini untuk mengingati HUT Sam Poo Kong sekalian peringatan kehadiran Laksamana Zeng He di Semarang. Festival peringatan ini diselenggarakan di antara Juli sampai Agustus tiap tahunnya.

Umumnya pengunjung tiba ke Sam Poo Kong untuk memburu photo. Tetapi harus diingat jika Sam Poo Kong adalah tempat beribadah. Pengunjung diharapkan jaga sikap dan keteraturan untuk menghargai umat yang melaksanakan ibadah.

Pelancong bisa juga bertandang waktu Imlek sebab situasi kelenteng makin lebih ramai dan memikat. Peringatan Imlek di Klenteng Sam Poo Kong berisi aktivitas bazar kulineran, lomba kreativitas tumpeng, keroncong, barongsai, baju figur, reog bali. Pucuk acara diadakan atraksi tari Gambang Semarang dan perlombaan barongsai.

Harga Tiket Masuk Klenteng Sam Poo Kong

Pelancong yang pengin menyaksikan keelokan Klenteng Sam Poo Kong ini akan dikenai ongkos ticket yang lumayan murah. Ticket diperbedakan berdasar umur pengunjung.

Untuk tiket umum meliputi: Tempat Patung Zheng He (Cheng Ho) dan bangunan pentas. Sedang untuk tiket terusan telah terhitung Tempat Patung Zheng He (Cheng Ho), bagungan pentas, Semua Tempat Klenteng, Rilief dan Akar Rantai. Untuk pengunjung yang tiba untuk berdoa tiket masuk akan dibalikkan sesuai persyaratan dan ketetapan yang berjalan.

Tiket masuk hari biasa:

TiketUmumTerusan
DewasaRp8.000Rp28.000
AnakRp5.000Rp15.000
Foreign AdultRp10.000Rp40.000
Foreign KidRp8.000Rp25.000

Tiket masuk hari libur

DewasaRp12.000Rp30.000
AnakRp8.000Rp15.000
Foreign AdultRp15.000Rp45.000
Foreign KidRp10.000Rp30.000

Jam Buka Klenteng Sam Poo Kong

Untuk aktivitas wisata, klenteng dibuka dimulai dari pagi sampai malam hari. Membuka tiap hari terkecuali hari Minggu.

Senin – Sabtu08.00 – 20.00 WIB

Lokasi Klenteng Sam Poo Kong

Kleteng ini dapat didatangi di Jl. Simongan No.129, Bongsari, Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa tengah 50148. Info selanjutnya silahkan mengontak (024) 7605277.